Beda Penerbit, Beda Pengalaman
Oke, rencananya kalau nanti malam masih ada tenaga, foto-foto talk show Yk & Sby bakal diupload.
Habis talkshow Natal-Tahun Baru itu, Yunisa sempat sakit muntaber. Abis
itu fully booked dengan kerjaan $_$ jadi revisi novel untuk editor
senior aja baru dibaca sepintas emailnya… Belum lagi babysitter kabur
pas diajak pulang Imlek (menurut Rina – typical babysitter sekarang), so
sebulan lebih berasa jadi supermom (tangan kiri gendong bayi, tangan
kanan ngetik kerjaan kantor sebelum akhirnya HR menyuruhku pulang
hahahha)…
Terus terang, Yunisa tidak puas dengan penyelenggaraan talkshow tim GPU-Grasindo. Memang sih, berdasarkan ngobrol dengan salah satu mantan editor di grup Kompas-Gramedia, dijelaskan bahwa setiap tokbuk Gramedia itu bertindak independen. Kalau manajer toko memang “rajin”, perintah dari kantor pusat pasti dilaksanakan. Tetapi pada kenyataannya, berapa banyak sih SDM Indonesia yang seperti itu? (Dari hasil koreksi tes open-book untuk mencari anak buah untuk kerjaan kantor saja, mau nangis rasanya).
Selain servis dari setiap tokbuk itu berbeda, em cee yang disediakan juga bervariasi. Bayangin aja kalau MC baru baca bukuku sehari sebelum acara. Atau bahkan tidak baca sama sekali! (yang di Yk, keduanya dari radio Sonora).
In the past, aku sempat promosi Schoolaholic Princess trilogy bersama Penerbit Andi. Marketing manager di setiap area (aku ke Riau, Tangerang, Yogyakarta, beda manajer) benar-benar telaten melakukan tindak lanjut ke setiap tokbuk Gramed. Kerasa banget deh, yang manajer pemasaran terjun langsung mengurus ke tokbuk atau tidak.
Hmm, terus terang aku penasaran sih kalau nerbitin under Gagas Media, kelihatannya tim promo-nya lebih tokcer daripada Kompas-Gramedia…